Minggu, 11 Desember 2011

Laporan Pendahuluan Ca. Mamae

  1. PENGERTIAN
Kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang paling banyak menyerang wanita. Penyakit ini disebabkan karena terjadinya pembelahan sel-sel tubuh secara tidak teratur sehingga pertumbuhan sel tidak dapat dikendalikan dan akan tumbuh menjaadi benjolan tumor (kanker). Apabila tumor ini tidak diambil , dikhawatirkan akan masuk dan menyebar ke dalam jaringan yang sehat. Ada kemungkinan sel-sel tersebut melepaskan diri dan menyebar ke seluruh tubuh. Kanker payudara umumnya menyerang wanita kelompok umur 40-70 tahun, tetapi resiko terus meningkat dengan tajam dan cepat sesuai dengan pertumbahan usia. Kanker payudara jarang terjadi pada usia dibawah 30 tahun.

B.     ETIOLOGI

Sebab keganasan pada payudara masih belum jelas, tetpi ada beberapa faktor yang berkaitan erat dengan munculnya keganasan payudara yaitu: virus, faktor lingkungan , faktor hormonl dan familial;
  1. Wanita resiko tinggi dari pada pria (99:1)
  2. Usia: resiko tertinggi pada usia diatas 30 tahun
  3. Riwayat keluarga: ada riwayat keluarga Ca Mammae pada ibu/saudara perempuan
  4. Riwayat meastrual:
Ø  early menarche (sebelum 12 thun)
Ø  Late menopouse (setelah 50 th)
  1. Riwayat kesehatan: Pernah mengalami/ sedang menderita otipical hiperplasia atau benign proliverative yang lain pada biopsy payudara, Ca. endometrial.
  2. Menikah tapi tidak melahirkan anak
  3. Riwayat reproduksi: melahirkan anak  pertama diatas 35 tahun.
  4. Tidak menyusui
  5. Menggunakan obat kontrasepsi oral yang lama, penggunaan therapy estrogen
  6. Mengalami trauma berulang kali pada payudara
  7. Terapi radiasi; terpapar dari lingkungan yang terpapar karsinogen
  8. Obesitas
  9. Life style: diet tinggi lemak, mengkomsumsi alcohol (minum 2x sehari), merokok.
  10. Stres hebat.

C.    TANDA dan GEJALA

-     Adanya massa atau benjolan pada buah dada
-     Perubahan simetri pada buah dada
-     Perubahan kulit pada buah dada, penebalan, cekungan, kulit pucat sekitr puting susu, adanya mengkerut seperti kulit jeruk purut dan adanya ulkus.
-     Perubahan temperatur kulit (hangat, panas, kemerahan)
-     Adanya cairan yang keluar dari puting susu
-     Perubahan pada puting susu, seperti gatal, terbakar, adanya erosi dan terjadi retraksi.
-     Rasa sakit
-     Penyebaran kanker ke tulang sehingga tulang mudah rapuh dan terjadi peningkatan kalsium di dalam darah
-     Pembengkakan di daerah lengan.

  1. PATOFISIOLOGI
Tampak gambaran bermacam-macam, sampai yang jinak sampai yang ganas. Ada pertumbuhan yang soliter, hanya disebuah ductus, adapula pertumbuhan papiler yang merata disebut papilomatosis.
Dapat dicatat bahwa faktor etiologinya sampai saat ini belum dapat diketahui pasti, namun dapat dicatat pula bahwa penyebab itu sangat mungkin multifaktorial yang saling mempengaruhi satu sama lain, antara lain :
1.   Konstitusi genetika
      Ini berdasarkan :
a.   Adanya kecenderungan pada keluarga tertentu lebih banyak kanker payudara dari pada keluarga.
b.   Adanya distribusi predileksi antar bangsa atau suku bangsa
c.   Pada kembar monozygote; terdapat kanker yang sama
d.   Terdapat persamaan lateralis kanker buah dada pada keluarga dari penderitra kanker buah dada.
e.   Seorang dengan klinefelter akan mendapat kemungkinan 66 kali normal.
2.   Pengaruh hormon; ini berdasarkan bahwa :
a.   Kanker peyudara umumnya pada wanita, pada laki-laki kemungkinan ini sangat rendah.
b.   Pada usia di atas 35 tahun insidennya jauh lebih tinggi.
c.   Ternyata pengobatan hormonal banyak yang memberikan hasil pada kanker peyudara lanjut.
3.   Virogen
      Terbukti pada penelitian pada kera, pada manusia belum terbukti.
4.   Makanan
      Terutama makanan yang banyak mengandug lemak.
      Karsinogen : terdapat lebih dari 2000 karsinogen dalam lingkungan hidup kita.
5.   Radiasi daerah dada
      Ini sudah lama diketahui, karena radiasi dapat menyebabkan mutagen.

Proses jangka panjang terjadinya kanker ada 4 fase, yaitu:
  1. Fase induksi 15 – 30 tahun
Kontak dengan bahan karsinogen membutuhkan waktu bertahun-tahun sampai dapat merubah jaringan displasia menjadi tumor ganas.
  1. Fase insitu: 5 – 10 tahun
Terjadi perubahan jaringan menjadi lesi “pre concerous” yang bisa ditemukan di serviks uteri, rongga mulut, paru, saluran cerna, kulit dn akhirnya juga di payudara.
  1. Fase invasi: 1 – 5 tahun
Sel menjadi ganas, berkembang biak dan menginfiltrasi melalui membran sel ke jaringan sekitarnya dan ke pembuluh darah sera limfa
  1. Fase desiminasi: 1 - 5 tahun
Terjadi penyebaran ke tempat lain
  1. PEMERIKSAAN PENUNJANG
    1. Pemeriksaan mammografi
    2. Pemeriksaan dengan sinar X pada payudara.
    3. Pemeriksaan biopsi
    4. Mengangkat jaringan kelenjar susu sedikit.
    5. Ultra sonound
    6. Untuk membedakan antara kista dan tumor.
    7. Scan tulang, CT Scan, menghitung ubtausi alkali fos ftase fungsi hati, biopsi hati dapat digunakan sebagai deteksi penyebar kanker buah dada.
    8. Tes hurmanal receptor assay
    9. Dipergunakan untuk mengetahui apakah tumor tergantung pada estrogen atau progesteron.

F.     MANAJEMEN TERAPI

a.   Penatalaksanaan perawatan
      Perawatan tergantung diagnosa dari keperawatan yang muncul dari pengkajian. Tetapi yang penting disini adalah mencegah terjadinya kanker payudara atau gejala kanker payudara dikemukakan sejak dini atau sejak awal yaitu dengan memberikan penyuluhan kepada remaja putri dan para ibu tentang memeriksa payudara sendiri untuk mengetahui tentang adanya kanker payudara sedini mungkin, dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), pemeriksaan ditentukan setiap bulan secara teratur. Bagi wanita masa produksi, pemeriksaan dilakukan 5-7 hari setelah haid berhenti. Apabila teraba nodul atau benjolan segera konsultasikan pada kedokteran untuk pemeriksaan lebih lanjut.
b.   Penatalaksanaan pengobatan
      Pengobatan kanker payudara tergantung pada stafium klinik
      Stadium I : Modified mastektomi radikal
      Dengan ini dimaksudkan mastektomi dengan pengangkatan mamae pektolaris mayor dan minor, tanpa pengangkatan kelenjar ketiak.
Stadium II  : Seperti stadium I, ditambah sitostatila
Stadium III: Radioterapi atau eksisi tumor yang apert dan
                        pemberian terapi hormon, terdiri atas endrogen dan sentrogen sesudah menapouse. Sebelum bilateral minapouse dikerjakan pula ofektomi bilateral.
Stadium IV: Sebelum menapouse coforektomi, ada yang
                        mengerjakan pada kasus yag menimbulkan sakit yang sangat, misalnya pada melastastis di panggul, adrenalaktomi bilateral sesudah coforektomi dan kalau ini tidak menolong dilakukan hipofisektomi.


  1. KOMPLIKASI
Metastasis di parenkhim paru pada rontgenologis memperlihatkan gambaran coin lesion yang multiple dengan ukuran yang bermacam-macam. Metastatis ini seperti pula mengenai pleura yang dapat mengakibatkan pleural effusion.
      Metastatis ketulang vertebra akan terlihat pada gambaran rontgenologis sebagai gambaran obteolitik/destruk, yang dapat pula menimbulkan fraktur patologis berupa fraktur kompresi.
1.   Metastatis melalui istem vena :
      Metastatis tumor ganas payudara melalui sistem vena, akan menyebabkan terjadinya metastatis ke paru-paru dan organ-organ lain. Akan tetapi dapat pula terjadi metastasis ke vertebra secara langsung, melalui vena-vena kecil yang bermura ke v. interkostalis, dimana v. interkostalis ini akan bermuara ke dalam vertebralis. V. Mammaria interna merupakan jalan utama metastatis tumor ganas payudara ke paru-paru melalui sistem vena.
2.   Metastatis tumor ganas payudara melalui sistem limfe :
      Metastatis melalui sistem limfe ini pertama kali akan mengenai kelenjar getah bening regional.
a.   Metastatis utama karsinoma mamma melalui limfe adalah ke kelenjar getah bening aksila. Pada stadium tertentu, biasanya kelenjar aksila inilah yang terkena.
1)   Metastatis ke kelenjar getah bening sentral (Central nodes) kelenjar getah bening sentral ini merupakan kelenjar getah bening yang tersering terkena metastatis. Menurut beberapa penyelidikan, hampir 90% metastatis kekelenjar aksila adalah kekelenjar getah bening sentral.
2)   Metastasis kekelenjar getah bening interpektoral (Rotter’s nodes)
3)   Metastasis ke kelenjar getah bening sub klavikula
4)   Metastatsis kekelenjar getah being mammaria eksterna.
      Metastasis ke kelenjar getah bening ini adalah paling jarang terjadi dibanding dengan kelenjar-kelenjar getah bening aksila lainnya.
      Metastatsis kekelenjar getah bening aksila kontralateral. Jalan metastatsis ke kelenjar getah bening kontralateral sampai saat ini belum jelas. Bila metastatasis tersebut melalui saluran limfe kulit, sebelum sampai ke aksila akan mengenai payudara kontralateral lebih dulu. Padahal pernah ditemukan kasus dengan Metastasis ke kelenjar aksila kontra lateral tanpa Metastasis ke payudara kontralateral. Diduga jalan metastasis tersebut melalui deep lymphatic fascial plexus dibawah payudara kontralateral, melalui kolateral limfatik.
b.   Metastatsis kekelenjar getah bening supraklavikula
      Bila Metastasis karsinoma mamma telah sampai kekelenjar getah bening subklavikula, ini berarti bahwa metastasis tinggal 3-4 cm dari grand central limfatik terminus yang terletak dekat pertemuan v. subklavikula dan v. jugularis interna. Bila sentinel nodes yang terletak disekitar grand central limftik terminus telah terkena metastasis, dapat terjadi statis aliran limfe, sehingga bisa terjadi aliran membalik, menuju kekelenjar getah bening supraklavikula, dan terjadi metastasis kekelenjar tersebut. Penyebaran ini disebut sebagai penyebaran tidak langsung. Dapat pula terjadi penyebaran ke kelenjar subklavikula secara langsung ke kelenjar subklavikula tanpa melalui sentinel nodes.

c.   Metastasis ke kelenjar getah bening mammaria interna
      Metastasis ke kelenjar getah bening mammaria interna ternyata lebih sering dari yang di duga. Biasanya terjadi pada karsinoma mamma di sentral dan kwadran medial. Dan biasanya terjadi setelah Metastasis ke aksila.
d.   Metastasis ke hepar
      Selain melalui sistem vena, ternyata dapat terjadi karsinoma mamma ke hepar melalui sistem limfe. Keadaan ini terjadi bila tumor terletak ditepi bagian bawah payudara. Metastasis melalui sistem limfe yang jalan bersama-sama vasa epigastrika superior. Bila terjadi Metastasis ke kelenjar preperikardial, akan terjadi stasis aliran limfe, dan terjadi aliran balik limfe ke hepar, dan terjadi metastasis ke hepar.         

H. CARA SADARI

Amerika Cancer Society menganjurkan untuk wanita yang berusia 20 tahun untuk melakukan SADARI setiap 3 bulan sekali,  usia 35-40 th melakukan mamografi,  usia > 40 th melakukan chek up pada dokter ahli, usia > 50 th chek up rutin dan mamografi setiap tahun. Bagi wanita yang berisiko tinggi pemeriksaan dokter lebih sering dan rutin.
CARA SADARI antara lain adalah sebagai berikut :
  1. Berdiri tegak dengan dada terbuka didepan kaca
a.       Lengan kebawah :
Ø  Bandingkan payudara kanan dan kiri ; besar dan simetrisnya
Ø  Bandingkan besar dan bentuk puting susu
b.       Lengan diatas kepala
Ø  Lihat perubahan bentuk serta ukuran payudara.
Ø  Perhatikan adanya bagian yang tertinggal saat tangan digerakkan
c.       Tangan dipinggang, otot dada ditegangkan dengan tangan mendorong kedua siku kedepan.
Ø  Amati adanya perubahan pada payudara berupa pengerutan atau lekukan.
d.      Tekan kedua puting diantara ibu jari dan jari telunjuk untuk
Ø  Mengetahui cairan yang keluar.
Ø  Cairan yang keluar sendiri seperti darah, nanah : tidak normal

  1. Berbaring
Bahu pada sisi yang diperiksa diganjal bantal sehingga payudara jatuh rata diatas lapangan dada. Dengan jari-jari II, III, IV, dlakukan perabaan seluruh payudara secara sistimatis : dari atas kebawah, atau dari tengah ketepi. Jika meraba adanya tumor atau kelainan, sebaiknya konsultasi dengan dokter.
Payudara diraba secara sistimatis dengan menggunakan tangan yang bertentangan dengan payudara yang diperiksa. Mulailah dari ketiak dengan gerakan melingkar yang kecil (kira-kira sebesar uang logam Rp 50) dan tekanan yang bervariasi pada setiap titik. Lakukanlah pada seluruh payudara tanpa mengangkat tangan tersebut.
  1. pemeriksaan SADARI dilakukan setiap bulan sesudah masa haid, tepatnya 7 hari setelah hari pertama haid. Bagi wanita yang sudah menopause, pemeriksaan dilakukan pada tanggal yang sama setiap bulannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar