Tuesday, January 26, 2016

STRATEGI PENINGKATAN KOMPETENSI PENDIDIK DAN PELATIHAN PADA TENAGA KESEHATAN UNTUK OPTIMALISASI PEMANFAATAN E-HEALTH



*Oleh: Fahmi Hakam


Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terus berkembang mengikuti kebutuhan yang ada. TIK kini telah menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari rutinitas kehidupan manusia. Pemanfaatan TIK menjadi sangat penting, sebab terbukti bahwa dengan menggunakan TIK efektivitas dan efisiensi dalam melakukan sebuah proses lebih dapat dicapai. Salah satu pemanfaatan TIK yang kini sedang berkembang, yaitu pemanfaatan TIK dalam bidang kesehatan dan juga lebih sering dikenal dengan istilah e-Health.
e-Health merupakan istilah baru bagi pelayanan kesehatan, yang digunakan untuk menggambarkan penggunaan gabungan komunikasi elektronik dan teknologi informasi dalam sektor kesehatan, dimana data digital ditransmisikan, disimpan dan diambil secara elektronik untuk kepentingan klinis, pendidikan dan administrasi.
e-Health adalah suatu aplikasi teknologi komunikasi dan informasi yang mempengaruhi sektor kesehatan. e-Health sebenarnya memiliki arti yang luas dan bukan hanya sekedar akses internet saja. e-Health merupakan solusi Enterprise di bidang kesehatan, karena melibatkan banyak pihak mulai dari masyarakat sampai dengan Produsen Obat dan Farmasi. Selain itu, Electronic Medical Records (EMR) juga merupakan bagian fundamental dari e-Health. EMR memberikan fasilitas sharing data medical record antar institusi kesehatan (Rumah Sakit, Puskesmas, dll).

Bentuk e-Health 
  1. Catatan Kesehatan Elektronik
  2. Telemedicine 
  3. Konsumen informatika kesehatan 
  4. Manajemen Pengetahuan Kesehatan (Kowledge Managemen)
  5. m-Health atau m-Kesehatan

Manfaat e-Health 
  1. Mendukung pemberian pelayanan yang disesuaikan dengan pasien. Dengan pemanfaatan TIK memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih baik, berdasarkan data yang akurat. 
  2. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas proses perawatan, serta memfasilitasi perawatan bersama yang tidak terbatas ruang dan waktu.
  3. Membantu praktik berbasis ilmu pengetahuan dan pengurangan kesalahan/ medical error.
  4. Meningkatkan akurasi diagnostik dan kesesuaian pengobatan.
  5. Meningkatkan akses terhadap kesehatan yang lebih efektif. 
  6. Meningkatkan efisiensi biaya dan waktu, melalui penyederhanaan proses
Pemanfaatan e-Health di bidang kesehatan, relatif jauh tertinggal dibandingkan bidang lainnya dalam mengadopsi teknologi informasi. e-Health seharusnya dipandang sebagai suatu pola pikir, sikap dan komitmen dalam upaya peningkatan pelayanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK), bukanlah sekadar komputer dan jaringannya, halaman web atau hanya sebatas infrastruktur komunikasinya saja.
Tantangan E-health salah satunya, adalah sumber daya manusia (human resources) tenaga kesehatan itu sendiri. Karena mustahil e-Health dapat di implementasikan dengan baik dan maksimal, jika dari segi kemampuan dan kompetensi terkait teknologi komunikasi dan informatikanya masih kurang. Selain masalah pengetahuan dan kemampuan TIK, masalah lainnya adalah paradigma petugas kesehatan yang masih menganggap sistem informasi di bidang kesehatan/ e-Health belum begitu penting.
Maka dari itu, perlu adanya pelatihan kepada petugas-petugas kesehatan tentang dasar TIK dan manfaat, serta strategi implementasi teknologi informasi di bidang kesehatan. 
Memberikan Pelatihan kompetensi SI/TI, kepada petugas kesehatan, diantaranya:
  1. Menyelenggarakan pelayanan TI dan komunikasi 
  2. Menyusun data dan informasi 
  3. Melakukan penyimpanan dan pengeluaran data dan informasi 
  4. Melaksanakan sekuritas data
           Selain itu, untuk ranah pendidikan perlu adanya kesadaran dari Dosen/ tenaga pengajar tentang pentingnya e-Health dan peningkatan kompetensi tenaga pengajar tentang disiplin ilmu TIK, sehingga nantinya dapat mencetak tenaga-tenaga kesehatan yang dapat berkontribusi secara aktif dalam kesuksesan implementasi e-Health di Indonesia.
Memasukkan mata kuliah Health information di dalam kurikulum pendidikan kesehatan, yang merupakan gabungan dari beberapa domain disiplin ilmu, seperti:
  1. HIM     : Health information manajemen 
  2. HI        : Health informatic 
  3. IG        : Information geverenment principle 
  4. HICT   : Health information and communication technology